BLUE PRINT KEHIDUPAN

 

BLUE PRINT KEHIDUPANMr. Yankey Romeo

Teringat akan kata2 yang dilontarkan guru BK sewaktu aku smp dulu. Ketika ia masuk kelas menggantikan guru fisika yang berhalangan hadir, ia melontarkan sebuah pertanyaan. “Apa tujuan kalian hidup ?”. pertanyaan itu membuat kami terhening, bingung, karena kami tak pernah memikirkan tentang itu sebelumnya. Sang guru melontarkan pertanyaan itu berulang-ulang dan kami hanya terpana, seolah-olah kata tersebut menampar muka kami. melihat tingkah kami yang hanya terdiam, kemudian sang guru menyuruh kami mengeluarkan secarik kertas dan menuliskan tujuan hidup kami diatas secarik kertas tersebut. “silahkan kalian tulis apa tujuan kalian hidup, dan ibu akan dating lagi diakhir jam pelajaran untuk mengumpulkannya”, kata sang guru seraya meninggalkan kelas.

Aku terhenyak, apa tujuan ku hidup, kenapa aku hidup hal yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya. Apa yang harus aku tulis diatas secarik kertas ini. Halaman kertas ini keci,l namun tangan ku tak kuasa menulis satu kata pun. aku bertanya kepada rekan disebelah ku, namun ia juga bingung dan terpaku, tak tau apa yang akan ditulis. Kulihat teman ku yang lain, masih sama sebuah kertas kosong yang tak terukir. Lima puluh menit pertama telah berlalu, namun kertas ku masih saja kosong. Beberapa temanku telah mulai menulis, entah apa yang ia tulis. Yang pasti mereka menjaga tulisan masing-masing agar tak seorang pun yang melihatya. Mungkin mereka malu akan tujuan hidup mereka atau mereka tak ingin seorang pun mengetahui tujuan hidupnya. setiap orang dikelasku bekerja sendiri sambil menutupi kertasnya masing-masing.

Aku tak hiraukan mereka lagi, kuhadapkan bola mata ini menantang secarik kertas kosong diatas meja, mulai berfikir akan tujuan hidupku. Fikiranku menerawang, melintasi seluk beluk kehidupan ku dimasalalu. Mulai saat aku bias mengngat sampai sekarang, aku tak tau kenapa aku dilahirkan dan apa tujuan aku dilahirkan. Saat itu otak ku terlalu kering untuk memikirkan hal tersebut. Aku terus memikirkan alas an aku hidup, sampai suatu ketika otakku membisikan sebuah kalimat. Kalimat yang menjadi tujuan hidupku yang pertama, “membahagiakan kedua orang tua”. Kertasku mulai terisi, kemudian semuanya mengalir begitu saja, ibarat sebuah air yang telah menemukan jalannya. Aku mulai menuliskan kalimat kedua, ketiga, dan keempat. Hanya 4 kalimat yang dapat aku tulis diatas kertas tersebut.

“lulus smp dengan nilai yang memuaskan”.

“masuk SMA faforit”.

“lulus SMA, kuliah di perguruan tinggi negeri, dan

“bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji yang besar”.

Sebuah tujuan hidup yang mayoritas hanya untuk kepentingan dunia, menggambarkan betapa dangkalnya pemikiranku saat itu. Tujuan hidupku yang pertama, kedua, dan keiga telah berhasil aku bukikan dengan kuasa Allah S.W.T tentunya. Dan saat ini pun aku telah mmbuat blue print yang baru. “bahagia dunia dan akhirat” sudah pasti tujuan hidup manusia yang paling utama…. Namun aku menyelipkan beberapa cetak biru kehidupan yang harus segera diwujudkan…….

Ketahulah ketika anda memiliki sebuah keninginan dan anda sendiri tidak yakin dengan keinginan anda tersebut, maka tulislah pada tempat dimana anda sering melihat dan membacanya. Karena setiap kali anda melihat dan membacanya anda telah berdoa untuk dapat mewujudkannya, dan dengan terus melihat danmembacanya insyaallah alam bawah sadar anda akan bersaha untuk mewujudkannya. Dan yakinlh Allah akan menjawab setiap doa yang kita mohonkan walau dengan cara tak terduga dan tak mungkin sekalipun. Semoga Allah S.W.T selalu menjawab setiap doa yang kita mohonkan,,, amiiin,,,

 

Turis Tacicia

Turis Tacicia

Yoggy refiyon

ini merupakan kisah saya ketika masih bocah. Sekitar 17 tahun yang lalu, saya berumur 4 atau 5 tahun. Ingatan ini layaknya khayalan yang apakah benar-benar terjadi atau hanya imajinasi semata. Saya juga ragu sampai saya menemukan sebuah album kuno di atas rak lemari tua. Album yang penuh dengan debu dengan beberapa foto usang termakan usia. Saya membalik lembar demi lembaran album, setiap lembar menghantarkan saya kepada ingatan masa lalu. jauh….jauh… melewati lubang sempit wormhole menuju sebuah dunia parallel yang serupa dengan kehidupan masa lalu.

Lanjutkan membaca “Turis Tacicia”

Lentera, Obor dan Sang Mentari

Lentera, obor, dan sang mentari

.:Yoggy refiyon

Adzan magrib berkumandang, sang mentari mulai menenggelamkan dirinya di pesisir barat lautan nan  memerah. Menandakan tugasnya untuk memberi kehangatan dipermukaan bumi telah usai pada hari itu. Dikegelapan senja aku mulai menampakan diri, dari setitik terus dan terus membesar hingga cahaya ku cukup untuk memberikan kehangatan di sekeliling gubuk sederhana. Dinding gubuk yang teranyam oleh bambu melewatkan udara segar untuk dihirup, membuat nyala ku semakin hangat.

Lanjutkan membaca “Lentera, Obor dan Sang Mentari”