KEPUTUSAN

Akhirnya aku menumbangkan rasa takut seorang melankolis. Membuang rasa khawatir dan keluar dari zona rutinitas yang menyita waktu. Perkelahian panjang dengan fikiran sendiri pun berhasil aku menangkan. Hari ini begitu cerah, aku mulai merangkai kata. Bukan untuk melamar seorang gadis, bukan juga untuk mengikuti kompetisi puisi, namun ini untuk sebuah perubahan.

Aku membuka komputer untuk mencari beberapa referensi. Rasanya begitu berbeda, sticky note yang biasanya tersusun rapi di desktop komputerku, tiba-tiba berantakan sesaat aku menyalakannya. Sebuah sticky note merah muda menyelip di antara toolbar sebelah kanan bawah. Aku menggesernya, terlihat jelas pada toolbar tertulis angka 13/06/2016. Aku bergumam, menantang fikiranku sendiri. “Hari ini atau menyesal seumur hidup”.

Suasana disekeliling seperti biasanya. Canda tawa menyelimuti pagi ini. teman-teman menyapaku sambil memberikan senyuman terbaik. Aku membalasnya dengan senyum simpul dan kembali sibuk dengan komputerku. Suasana berubah menjadi begitu tenang, aku melihat jam pada desktop, pukul 09.30. aku menoleh kebelakang, disana duduk seorang pria berkumis dengan rambut yang sedikit ikal. Aku menghela nafas dalam, fikiranku kembali memberikan keraguan. Membisikan kata-kata yang menakutkan, membuat jantungku berdegub begitu kencang. Aku memejamkan mata, menyandarkan badan dan menghela nafas sedalam-dalam mungkin, mengusir keraguan fikiranku sendiri. “Keputusan ini sudah tidak akan berubah lagi, tidak akan, tidak akan pernah sama sekali”, gumamku menghalau keraguan.

Continue reading “KEPUTUSAN”

Iklan

SAJAK UNTUK AYAH DAN BUNDA

Ayah dan Bunda
Terimakasih atas segalanya
Atas semua yang telah engkau berikan
Atas doa mu seusai sholat
Atas kasih sayang mu yang tiada henti
Atas apapun
Aku tak mampu menulisnya satu persatuAyah dan Bunda
Bahkan ketika aku telah dewasa
Kau selalu menanyakan kabarku
Kau selalu mengingatkan ku sholat
Kau selalu mengingatkan ku makan
Kau selalu menanyakan bagaimana pekerjaankuAyah dan Bunda
Aku tak akan menjadi siapa aku hari ini
Tanpa mu
Saat ini aku sadar, betapa sulitnya mendapatkan sesuatu
Disini……. Dibumi ini……..
Sedang kau membagi semuanya
Tanpa mengharap apa-apa
Untuk kami….. anak-anak mu……
Walau karenanya kau mengubur keinginan mu sendiri Continue reading “SAJAK UNTUK AYAH DAN BUNDA”

IBUNDA KENAPA ENGKAU MENANGIS?

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya, “Ibu Kenapa Ibu menangis?”

Ibunya menjawab, “sebab ibu adalah seorang wanita nak”

Dan si anak agak sedikit bingung, “ Aku tidak mengerti Ibu”

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.” Anakku kamu memang tidak akan pernah mengerti”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya,” Ayah, mengapa Ibu menangis?, sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas”

Sang Ayah menjawab. “ semua wanita memang menangis tanpa alasan” hanya itu jawaban yang bisa diberikan oleh sang Ayah.

Continue reading “IBUNDA KENAPA ENGKAU MENANGIS?”

EMAS DAN PERMATA

Suatu ketika seorang pemuda mendatangi seorang guru dan bertanya.
“Guru,, saya tidak mengerti mengapa orang seperti anda berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah pada zaman sekarang ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu? Bukan hanya untuk penampilan namun juga untuk banyak tujuan.”
Sang guru hanya tersenyum dan melepaskan cincin pada salah satu jarinya dan berkata “anak muda, akan aku jawab pertanyaan mu, tetapi terlebih dahulu lakukan satu hal untuk ku. ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana, bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas.”
Melihat cincin gurunya yang kotor itu pemuda tadi menjadi ragu, “satu keping emas?, saya tidak yakin guru, saya tidak yakin cincin ini dapat dijual seharga itu.” Continue reading “EMAS DAN PERMATA”

KOLERIS AKUT YANG KUMAT

Si Koleris Akut Kumat Lagi…
Sungguh menjadi seorang karyawan itu butuh kedewasaan, baik dalam menyikapi atasan maupun menghadapi rekan kerja. Disini yang jadi masalah terbesar adalah mayoritas sikap Koleris dan Sanguinis yang mengintimidasi seorang melankolis. Continue reading “KOLERIS AKUT YANG KUMAT”

HIJAB

Seperti biasanya terlalu cepat tiga puluh menit sebelum ujian dimulai. Kebiasaan yang sulit ditinggalkan, walau sering dihianati oleh jam karet Indonesia, namun aku selalu tiba tiga puluh menit lebih awal. Aku menoleh meilhat seisi ruangan, senyap dan sepi. tidak terlihat  teman-teman sekelasku. Hanya beberapa ransel diatas meja dan kertas yang bertuliskan nama-nama. Aku meletakan tas dipinggir bangku, mulai mengeluarkan perlengkapan tulis dan beberapa buku. Dari sini white board terlihat begitu dekat, juga meja pengawas yang hanya dipisahkan satu ubin keramik. Meja disebelah kiri dan belakang ku juga belum bertuliskan nama, artinya belum berrpenghuni dan disisakan untuk orang-orang katanya apes dan telat booking. Aku cukup heran saat ujian masih banyak calo-calo yang bersedia membooking tempat tanpa dibayar. Mungkin dari sinilah calo-calo di terminal dan stasiun berasal, atau mungkin juga calo kelurahan, camat atau kantor bupati. Entahlah, fikiranku mulai mengajakku bercengkrama.

Continue reading “HIJAB”

BULGARI EXTREM DAN WALLET COKELAT

Tiga belas tahun setelah aku melihat gadis itu, bayangannya masih melekat kuat difikiranku. rambutnya yang dikuncir indah dengan pita merah muda, sungguh sangat menawan. Parfum bulgari extrem, tak mau meninggalkan syaraf hidung ini bahkan setelah belasan tahun tidak mencium aromanya. Dia terkunci rapat didalam saraf sadar karnial, tidak ada celah keluar. Senyumannya sangat indah, walau hanya sekali namun tidak pernah engkang dari benak ini.

Continue reading “BULGARI EXTREM DAN WALLET COKELAT”

BLUE PRINT KEHIDUPAN

 

BLUE PRINT KEHIDUPANMr. Yankey Romeo

Teringat akan kata2 yang dilontarkan guru BK sewaktu aku smp dulu. Ketika ia masuk kelas menggantikan guru fisika yang berhalangan hadir, ia melontarkan sebuah pertanyaan. “Apa tujuan kalian hidup ?”. pertanyaan itu membuat kami terhening, bingung, karena kami tak pernah memikirkan tentang itu sebelumnya. Sang guru melontarkan pertanyaan itu berulang-ulang dan kami hanya terpana, seolah-olah kata tersebut menampar muka kami. melihat tingkah kami yang hanya terdiam, kemudian sang guru menyuruh kami mengeluarkan secarik kertas dan menuliskan tujuan hidup kami diatas secarik kertas tersebut. “silahkan kalian tulis apa tujuan kalian hidup, dan ibu akan dating lagi diakhir jam pelajaran untuk mengumpulkannya”, kata sang guru seraya meninggalkan kelas.

Aku terhenyak, apa tujuan ku hidup, kenapa aku hidup hal yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya. Apa yang harus aku tulis diatas secarik kertas ini. Halaman kertas ini keci,l namun tangan ku tak kuasa menulis satu kata pun. aku bertanya kepada rekan disebelah ku, namun ia juga bingung dan terpaku, tak tau apa yang akan ditulis. Kulihat teman ku yang lain, masih sama sebuah kertas kosong yang tak terukir. Lima puluh menit pertama telah berlalu, namun kertas ku masih saja kosong. Beberapa temanku telah mulai menulis, entah apa yang ia tulis. Yang pasti mereka menjaga tulisan masing-masing agar tak seorang pun yang melihatya. Mungkin mereka malu akan tujuan hidup mereka atau mereka tak ingin seorang pun mengetahui tujuan hidupnya. setiap orang dikelasku bekerja sendiri sambil menutupi kertasnya masing-masing.

Aku tak hiraukan mereka lagi, kuhadapkan bola mata ini menantang secarik kertas kosong diatas meja, mulai berfikir akan tujuan hidupku. Fikiranku menerawang, melintasi seluk beluk kehidupan ku dimasalalu. Mulai saat aku bias mengngat sampai sekarang, aku tak tau kenapa aku dilahirkan dan apa tujuan aku dilahirkan. Saat itu otak ku terlalu kering untuk memikirkan hal tersebut. Aku terus memikirkan alas an aku hidup, sampai suatu ketika otakku membisikan sebuah kalimat. Kalimat yang menjadi tujuan hidupku yang pertama, “membahagiakan kedua orang tua”. Kertasku mulai terisi, kemudian semuanya mengalir begitu saja, ibarat sebuah air yang telah menemukan jalannya. Aku mulai menuliskan kalimat kedua, ketiga, dan keempat. Hanya 4 kalimat yang dapat aku tulis diatas kertas tersebut.

“lulus smp dengan nilai yang memuaskan”.

“masuk SMA faforit”.

“lulus SMA, kuliah di perguruan tinggi negeri, dan

“bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji yang besar”.

Sebuah tujuan hidup yang mayoritas hanya untuk kepentingan dunia, menggambarkan betapa dangkalnya pemikiranku saat itu. Tujuan hidupku yang pertama, kedua, dan keiga telah berhasil aku bukikan dengan kuasa Allah S.W.T tentunya. Dan saat ini pun aku telah mmbuat blue print yang baru. “bahagia dunia dan akhirat” sudah pasti tujuan hidup manusia yang paling utama…. Namun aku menyelipkan beberapa cetak biru kehidupan yang harus segera diwujudkan…….

Ketahulah ketika anda memiliki sebuah keninginan dan anda sendiri tidak yakin dengan keinginan anda tersebut, maka tulislah pada tempat dimana anda sering melihat dan membacanya. Karena setiap kali anda melihat dan membacanya anda telah berdoa untuk dapat mewujudkannya, dan dengan terus melihat danmembacanya insyaallah alam bawah sadar anda akan bersaha untuk mewujudkannya. Dan yakinlh Allah akan menjawab setiap doa yang kita mohonkan walau dengan cara tak terduga dan tak mungkin sekalipun. Semoga Allah S.W.T selalu menjawab setiap doa yang kita mohonkan,,, amiiin,,,

 

TURIS TACICIA

Ini merupakan kisah saya ketika masih bocah. Sekitar 17 tahun yang lalu, saya berumur 4 atau 5 tahun. Ingatan ini layaknya khayalan yang apakah benar-benar terjadi atau hanya imajinasi semata. Saya juga ragu sampai saya menemukan sebuah album kuno di atas rak lemari tua. Album yang penuh dengan debu dengan beberapa foto usang termakan usia. Saya membalik lembar demi lembaran album, setiap lembar menghantarkan saya kepada ingatan masa lalu. jauh….jauh… melewati lubang sempit wormhole menuju sebuah dunia parallel yang serupa dengan kehidupan masa lalu.

Continue reading “TURIS TACICIA”